Berita Terkini

Wes, Angel Angel..!! Sejumlah Warga Jember Selatan Keluhkan Maraknya Dugaan BBM Jenis Premium Di Oplos Solar

BeritaKharisma.com

Jember – Jatim (BK) — Masyarakat sekitar Jember Selatan, merasa resah dengan beredarnya BBM jenis premium yang diduga tidak murni alias oplosan, pasalnya banyak kendaraan bermotor yang ngadat dan bahkan rusak setelah memakai premium oplosan yang didapat dari oknum penjual eceran ini.

Seorang warga desa Kepanjen kecamatan Gumukmas kabupaten Jember, Hariono (40) menuturkan kepada media ini pada Jumat (25/12/2020), bahwa beberapa waktu lalu dirinya pernah menggunakan BBM premium yang dibeli dari kios bensin milik Gr yang berada dekat rumahnya. Setelah menggunakan premium, beberapa kali Sepeda Motor Matick miliknya yang ngadat dan akhirnya rusak.

“Setelah saya periksa, ternyata karburator menjadi kuning, dingin berembun, dan beberapa hari kemudian akhirnya macet. Hati-hati membeli bensin kuning, biar tidak bernasib sama dengan motor saya.”kata Hariono.

Curiga dengan BBM Premium yang dibelinya tersebut, Hariono komplain kepada pemilik kios Bensin. Pemilik kios mengatakan bahwa dia membeli Premium dari H.Sukad, warga Desa Kepanjen kecamatan Gumukmas.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Supiyat, 50 tahun, petani, warga dusun Krajan Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, sepeda motor Honda Supra miliknya macet setelah menggunakan BBM Premium yang warung/ kios bensin milik Jm yang sepengetahuannya kulakan BBM Premium dari H. Sukad.

Mendengar keluhan warga, media ini segera melakukan pengumpulan data dengan cara membeli BBM jenis Premium dari beberapa kios, kemudian bensin kuning atau premium tersebut ditunjukkan kepada pegawai sebuah SPBU untuk mengecek kemurniannya.

“Baunya menyengat tidak seperti Premium murni, dari baunya kayaknya dicampur atau dioplos solar.” kata seorang pegawai SPBU yang namanya tidak bersedia dimediakan.

Sementara H. Sukad atau yang lebih dikenal dengan sebutan P. Sukad Lombok ketika dikonfirmasi beritakharisma.com pada Minggu sore (27/12/2020) di rumahnya Dusun Panggul Melati Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, mengatakan tidak mendengar keluhan atau pengaduan masyarakat yang sepeda motor miliknya rusak dikarenakan penggunaan bensin di daerah selatan berasal darinya.

“Yang dagang bukan saya thok, disini banyak. Yang mendatangkan bensin daerah sini banyak. Beberapa kios bensin memang kulakan bensin kuning atau Premium dari saya dengan cara mengambil sendiri ke sini, saya tidak pernah mengantarkan.”kata H. Sukad atau H.Nur Soleh.

Masih menurut H. Sukad, dulu dirinya pernah mendatangkan premium dari wilayah Jatiroto dan Lumajang, tetapi sekarang dikirimi pemasok dari Jember, bernama R yang pemesanannya cukup dilakukan lewat telpon.

“Saya tidak pernah mengoplos atau mencampuri bensin yang saya terima, setelah terima ya kemudian saya jual apa adanya. Saya pernah mendatangkan sampai 1 ton, terkadang 10 sampai 15 jerigen berukuran 35 liter tergantung permintaan masyarakat atau tergantung persediaan uang. Saya membeli dengan harga Rp.8.000,- perliter dan menjual kepada kios seharga Rp.290.000,- perjerigen ukuran 35 liter.”katanya.

‘Sekarang saya mengambil dari seorang namanya R, saya tidak tau rumah dan pekerjaannya. Katanya ngambil dari Jember kadang bilang ngambil dari Bondowoso atau Situbondo pokoknya dari arah Timur katanya milik bosnya, gak tau siapa, aparat siapa gak tau saya, yang penting pokoknya kalau ada apa-apa telp saya.”kata H. Sukad.

Masih menurut H. Sukad, sampai sekarang dirinya masih terus menerima pasokan bensin kuning (premium) karena tingginya permintaan masyarakat, sedangkan di beberapa SPBU terdekat sudah tidak menyediakan Premium. “Masyarakat lebih menyukai bensin kuning, meskipun saya arahkan untuk mengganti dengan pertalite atau pertamax, tetapi masyarakat lebih memilih bensin kuning, mosok saya mau maksa.”ujar H. Sukad.

Oleh: Heri.

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button