Berita Terkini

Pihak Tergugat Dalam Gugatan Perdata Di PN Way Kanan Minta Majelis Hakim Fair Dalam Permohonan Nya..!!

BeritaKharisma.com

Way Kanan (BK) – Sidang perdata sengketa tanah miliki Amir Abdullah S.IP sebagai tergugat melawan Pertus Mardiono sebagai penggugat terus berlanjut, sidang digelar di
Pengadilan negeri Blambangan Umpu, pada Selasa (17/11).

Amir Abdullah selaku tergugat dalam sidang ke empat memohon kepada majelis hakim agar dapat menghadirkan pihak penggugat ke persidangan, yaitu petrus mardiono, selaku penggugat .

“Namun majelis hakim menyampaikan tidak dapat menghadirkan si penggugat, dengan alasan sudah di kuasa kan kepada Penasehat hukum penggugat,”ungkap Amir Abdullah.

Menurut Amir, persidangan ini tidak (Fair) di karenakan semasa hidup orang tua Amir, tidak ada yang mempermasalahkan tanah tersebut, namun ketika orang tua nya meninggal dunia pada tgl 23-april-2020, ada yang mengaku ngaku tanah tersebut .

“Tanggal 25-09-2020
Tiba – tiba ada gugatan perdata No:13 atas nama penggugat :PETRUS ,
dengan bukti atas hak surat pernyataan tanah No:590/2007, yang di tanda tangani oleh kepala kampung Tanjung Raja Sakti, Yan Mitarsih,”terang Amir.

Lebih Lanjut mengapa Amir meminta kepada majelis hakim untuk menghadirkan si penggugat, karena usia penggugat pada tahun 2007, adalah 55thn .
“Kenapa semasa hidup orang tua saya tidak ada yang mempermasalah tanah ukuran 30×30 itu . Kini setelah orang tua saya meninggal baru ada yang mempermasalaha kan.”ungkapnya.

“Menurut ketengan surat pernyataan tanah no 590/2007 yg di miliki oleh petrus mardiono, Ia beli tanah tersebut dari mamat ardianto alias mamat .sedangkan mamat adalah tetangga (alm) Abdullah, sejak tahun 2006 hingga saat ini dia tidak pernah pulang ke way kanan, setelah dia menjual kan tanah tersebut, Saya minta mamat dapat mempertangungjawabkan perbuatan nya,” harap Amir.

Oleh: Heriyadi.

Sumber Asli

113 14 total views, 15 1 views today

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button