Berita Indonesia

Percepatan Penyaluran Dana Kemanusiaan PMI Gandeng PT Pos Indonesia

Jakarta. ( Media Global Group.com ).
Dalam Rangka percepatan pendistribusian bantuan untuk operasi kemanusiaan khususnya saat bencana alam yang membutuhkan penanganan ekstra cepat dan tepat, Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat komitmen kerja sama dalam distribusi bantuan berupa logistik maupun bantuan langsung tunai ke seluruh wilayah tanah air dengan menggandeng PT Pos Indonesia.

Kesepakatan tersebut secara resmi dilaksanakan dengan penandatanganan kerjasama (MoU) di Gedung Markas PMI Pusat, Jakarta, Kamis (18/5/2022). Dilakukan langsung antara Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal R Djoemadi, turut menandatangani MoU juga Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus dan Kepala Markas PMI, Abdul Aziz, disaksikan Kepala Delegasi Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jan Gelfand.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said mengatakan, pendistribusian yang cepat serta tepat sangat dibutuhkan dalam setiap operasi kemanusiaan. Pelibatan PT Pos dalam berbagai aksi kemanusiaan ini dinilai Sudirman sangat strategis. Pasalnya, PT Pos Indonesia memiliki jaringan serta pelayanan yang telah teruji.

Masih dikatakan Sudirman Said, penyaluran bantuan non-tunai melalui PT Pos disebut Sudirman lebih memartabatkan penerima bantuan. Penerima dapat lebih leluasa memanfaatkan bantuan tersebut sesuai kebutuhan.
“PMI akan terus melakukan upaya distribusi Bantuan kepada masyarakat terdampak Bencana dengan cara yang lebih bermartabat melalui Bantuan Non Tunai sebagai upaya mendukung pemerintah Indonesia melalui berbagai dukungan mitra gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC),” jelas Said. .
Disisi lain, Head of Delegation Country Cluster Delegation for Indonesia, Timor-Leste and Representative to ASEAN, Jakarta IFRC / redcross, Jan Gelfand menegaskan bahwa bantuan tunai lebih berguna dan tepat untuk dilakukan dalam situasi darurat atau bencana alam.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rocmad Djoemadi menceritakan sejarah panjang entitas Pos dan palang merah. “Pos dan Palang Merah punya latar belakang yang sama. Ketika masa perang di belahan dunia lainnya, dua institusi ini ada aturan untuk tidak boleh dibunuh,”tutur Faizal.

Faizal menambahkan bahwa Pos dan PMI juga bahu membahu dalam kondisi bencana, selain ketika situasi perang. Sejarah panjang kerja Pos Indonesia dan PMI akan lebih dikuatkan secara legal dengan penandatangan kerjasama (MoU).
“Sebelum adanya kerja sama ini, sebelumnya juga PT Pos Indonesia sering dilibatkan dalam distribusi bantuan non-tunai, semoga setelah kerja sama ini semakin memperkuat pelayanan PMI, kerjasama ini, diharapkan dapat meningkatkan jangkauan serta kecepatan layanan kemanusiaan PMI,” ujarnya
Sementara itu, keterlibatan PT Pos Indonesia dalam operasi kemanusiaan PMI diantaranya yakni distribusi bantuan non-tunai ke penyintas tsunami selat sunda, bantuan non-tunai ke penyintas gempa Sulawesi Barat, serta penyaluran bantuan non-tunai ke masyarakat terdampak Covid-19 di DKI, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, dan Sulsel.

Sebagai perusahaan yang telah berpengalaman dalam distribusi logistik dan bantuan, PT Pos Indonesia sendiri dipercaya pemerintah dalam penyaluran bantuan sejumlah program pemerintah. “Kemudahan penggunaan weselpos, jaringan operasional yang tersebar, serta pengalaman penyaluran dana untuk program-program pemerintah di hampir seluruh Indonesia adalah beberapa keunggulan PT Pos Persero yang sudah terbukti,” kata Faizal R Djoemadi, Direktur Utama PT Pos Indonesia (persero).

Faizal menambahkan perjanjian kerangka kerja ini akan mempersingkat birokrasi dan prosedur serta waktu untuk pengurusan dokumen kontrak dan lainnya. Hal tersebut lantaran biaya layanan yang tetap, jelasnya koresponden dari kedua belah pihak, serta adanya kepastian prosedur pengiriman uang ke PT Pos untuk disampaikan ke masyarakat melalui layanan weselpos. “Saat ini memang masih terfokus untuk masyarakat terdampak bencana, tapi ke depan akan juga bisa dimanfaatkan untuk sektor-sektor lainnya termasuk fasilitas air dan Sanitasi, penampungan (shelter), dan pemberdayaan ekonomi,” pungkas Faizal. (Rls/MD)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button