Berita Terkini

Pembangunan Irigasi Sawah Di Metro Utara Diduga Tidak Sesuai Bestek, Bahkan Sudah Rusak…!!

BeritaKharisma.com

METRO (BK) – Program Pembangunan Saluran Irigasi sawah di wilayah Kecamatan Metro Utara, Kota Metro ,yang berasal dari sumber dana APBN T.A 2020 Balai Besar, Dinas Pengairan Provinsi Lampung disinyalir duga asal jadi.

Pasalnya dalam proses pengerjaan tidak memperhatikan Spek dan kualitas, hal itu terlihat dari dinding cor yang sangat mudah rontok walaupun hanya disentuh tangan, dan juga banyak dinding Cor yang telah terbelah akan tetapi tetap dipasang.

Bahkan program pembangunan tersebut terkesan tertutup dan tidak jelas, sebab disekitar lokasi tidak ditemukan satupun papan informasi yang menjelaskan tentang Program pembangunan, Sabtu(12/12/2020).

Seperti yang dikeluhkan salah satu warga, ialah Eko (36) warga Purwo asri, kecamatan Metro Utara, dirinya mengatakan bahwa pembangunan irigasi kurang bagus untuk jangka waktu lama, dirinya berharap Pemerintah setempat dapat melakukan Kroscek langsung dilapangan.

“Saluran irigasi kurang bagus untuk jangka waktunya sehingga bisa saja terjadi untuk beberapa bulan pasti bisa hancur irigasi tersebut, untuk bangunan irigasi yg lama itu memang hanya di tembel saja . Ia berharap pemerintah segera dapat mengecek langsung saluran irigasi tersebut dikarenakan tidak adanya pengawas selama ini dari pihak pemerintah,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Nurmanto Selaku Kasi operasional dan pemeliharaan Dinas PU dan Tata ruang Kota Metro mengungkapkan, bahwa program tersebut berasal dari kementerian PU melalui departemen sumber daya air yang dikelola oleh P3A.

“Program itu dari Kementerian PU, dikelola P3A yang langsung dikerjakan oleh masyarakat, ada 6 titik di Kota Metro salah satunya Wilayah Metro Utara ada 4 titik yakni 3 titik Kelurahan Karang Rejo dan 1 titik di Kelurahan Purwo Asri,”ungkap Nurmanto kepada awak media pada hari Jum’at 11/12/2020 diruang kerjanya.

Saat dikonfirmasi mengenai pelaksana Program di lapangan, Nurmanto mengatakan, bahwa dirinya hanya mengetahui Suyitno sebagai ketua forum dari GP3A, dan ia juga menjelaskan bahwa Fungsi dari Dinas pangairan hanya merekomendasikan usulan P3A kepada Balai Besar Provinsi Lampung.

“Tugas pengairan sendiri hanya rekomendasi aja menampung usulan P3A itu lalu kami buatkan usulan ke balai Besar di Bandar Lampung, dan ketua forumnya dari GP3A ini,kami tahu nya pak Suyitno,”imbuhnya.

Ditempat terpisah, Suyitno selaku Ketua GP3A Metro Utara saat dikonfirmasi Awak media menjelaskan, bahwa anggaran untuk pembangunan irigasi tersebut sebesar Rp 195.000.000,-

“saya tidak tau ukurannya berapa, tapi kalau nilai anggaran pembangunan irigasi itu sebesar Rp195.000.000,- dan masalah ukuran mengikuti ruas areal atau dimensinya masing-masing,”kilah suyitno.

Saat ditanya mengenai papan informasi dan penanggung jawab seluruh pengerjaan program pembangunan yang ada di Kecamatan Metro Utara, Suyitno menjelaskan bahwa dirinya hanya bertanggung jawab terhadap pembangunan yang ada di daerah Karang Rejo, dan mengenai papan informasi dirinya mengaku bahwa tidak mengetahui tentang kewajiban pemasangan papan informasi pembangunan.

“terkait pembangunan irigasi di purwo asri itu bukan saya pengurusnya ada pengurusnya sendiri, saya hanya membangun didaerah saya sendiri di karang Rejo, kalau ditanya masalah papan informasi saya tidak tahu,”pungkasnya.

Oleh: E. Wahyu.

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button