Berita Terkini

Pemakzulan DPRD Ditolak Mahkamah Agung, Kini Giliran ASN Gelar Mosi Tidak Percaya Terhadap Gaya Kepemimpinan Bupati Jember..!!

BeritaKharisma.com

Jember, Jatim (BK) – Ibarat Pepatah ‘Sudah Jatuh Tertimpa tangga‘, Kalah Telak saat maju kembali dalam Pilkada kemarin, kini sisa jabatan Bupati Jember, yang diduduki Srikandi yakni, dr. Faida MMR dikeluhkan oleh seluruh Stafnya. Tanpa terkecuali Wakil Bupati dan Sekdanya sendiri.

Walhasil, Faida yang telah memimpin Jember sejak 2015 dan berakhir nanti di sekitar Februari 2021, Bupati terpilih memalui jalur independent ini, dinilai telah memimpin dengan gaya kepemimpinan semau gue. Hal itu terbukti kuat dengan adanya Hak Interpelasi dan Pemakzulan yang telah dilakukan oleh DPRD Kabupaten Jember terhadap Faida beberapa waktu lalu, meskipun pemakzulan tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung.

Begitu juga dalam menjalankan roda pemerintahan, Faida dengan gaya khususnya, seolah olah merupakan wonder women yang tidak terkalahkan, memegang kendali pemerintahan, mengatur semua kebijakan atas selera nya sendiri.
Hingga diakhir masa jabatanya sekarang ini, Faida menuai badai dari angin yang telah ditebarkanya.

Hari ini, Rabu 30 Desember 2020, hampir seluruh ASN yang ada di lingkup Kabupaten Jember, menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Bupati Faida, dengan dipimpin langsung wakil bupati KH Abdul Muqit Arief dan Sekda Mirfano.

Dalam pidatonya, Sekda Mirfano mengatakan, bahwa pernyataan Mosi tidak percaya ini adalah gerakan spontanitas. Aksi ini dilakukan untuk menyikapi kebijakan Bupati yang dinilai melanggar surat edaran Mendagri tanggal 23 Desember 2020, tentang larangan penggantian pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Surat edaran Mendagri bernomor 820/6923/SJ melarang bupati melakukan penggantian pejabat sampai dilantiknya bupati terpilih yang dilakukan secara serentak pada pilkada 2020. ” Ada 13 pejabat yang diganti, dan kemudian ada yang dibebas tugaskan dengan cara tidak prosedural”. ujar Mirfano kepada beberapa awak media.

Dalam keterangan selanjutnya, Mirfano menilai bahwa para ASN sudah lelah dihadapkan pada banyaknya pelanggaran peraturan. Puncaknya, mereka menggelar Mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Bupati Faida.” Kami ingin tata pemerintahan berjalan dengan normal, hubungan dengan pusat baik, hubungan dengan legislatif harmonis “. ujar Mirfano dengan tertunduk lesu.

Oleh: D.Purwanto.

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button