Berita Terkini

Omset Penjualan Terompet Mengalami Penurunan Drastis 

PALEMBANG (suarapedia)-Adanya himbauan dari Pemerintah untuk tidak merayakan malam pergantian Tahun Baru guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumsel.

Himbawan tersebut berimbas pada berbagai macam sektor usaha, termasuk penjual terompet, yang merupakan salah satu ciri khas setiap perayaan khas Taru.

Selain banyak diburu, juga merupakan kerajinan tahunan masyarakat yang menghasilkan rupiah, namun untuk tahun ini melempam atau menurun draktis lantaran dimasa pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut, terlihat di salah satu lokasi penjualan terompet yang ada di Jalan Ki Merogan Kemang, Lorong Seri 2, RT/014/RW/03, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, para pedagang terompet mengalami penurunan omset hingga mencapai 50 persen.

“Untuk tahun ini, harga trompet perbuah sudah diturunkan dari semula Rp 10 ribu menjadi Rp 8 ribu, namun tetap aja pembelinya masih sangat sep,” ujar Maryani, saat di bincangi oleh awak media ini, Senin (28/12/2020).

Selain itu, kata Maryani, untuk penjualan trompet setiap pergantian Taru bisa menghabiskan 50 buah trompet, “Biasanya dalam satu hari bisa habis mencapai 50 buah terompet, tapi dimasa pandemi saat ini untuk mencapai 30 buah saja sangat sulit, padahal harganya sudah kita turunkan,” tandasnya. (Edi Piarang)

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button