AdvertorialBerita LampungDaerahKab Bandar LampungKab Lampung BaratKab Lampung TengahKab Lampung TimurKab MetroKab PesawaranKab PringsewuKab TanggamusKab Tulang BawangKriminalPemerintahanTNI dan POLRI

Oknum Mantri Hewan Raman Utara Diduga Lakukan Pungli Peternak Sapi

Lampung Timur (LN) – Program Pemerintah Dalam UPSUS SIWAB ( Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting ) Melalui Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan Yang di Gratiskan, Justru di manfaatkan Oleh beberapa oknum Mantri hewan yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap peternak sapi diwilayah kecamatan Raman Utara, Lampung Timur.

Hal itu di dapat dari salah satu Keterangan warga yang enggan di sebutkan namanya, jum’at (05/12/2020), pungutan ini sudah berlangsung sejak tahun 2017 hingga 2020 ini, pungutan tersebut di peruntukkan untuk menyuntik indukkan sapi.

“Sekali suntik Berfariasi Nominalnya ada yang Rp. 100.000 ada juga yang Rp.70.000 setiap peternakan di pungut berbeda-beda, kalau gagal suntik yang kedua kali nya di minta 50.000 Lagi , yang mungut langsung oknum mantri tersebut, ujarnya

Saat di konfirmasi oleh awak media, inisial PM yang merupakan kordinator lapangan mengakui menerima uang setelah melakukan penyuntikan, namun PM menyangkal adanya pungli, bahwa uang tersebut merupakan pemberian bukan meminta dari peternak sapi, pungkasnya.

Di tempat terpisah RW yang merupakan salah satu petugas insminator lapangan ketika di konfirmasi mengenai pungutan terhadapat peternak sapi tidak bisa menjawab dan hanya tersenyum.

Perbuatan oknum petugas tersebut bertentangan dengan pernyataan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung Dessy Desmaniar Romas, pihaknya telah melaksakan peningkatan produksi ternak melalui kegiatan Upsus Siwab. Selain itu melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) gratis sebanyak 198 ribu sapi dengan target kebuntingan 152 ribu sapi, dan penanganan gangguan reproduksi 8.500 sapi, dikutif dr republika.co.id

Ditempat terpisah, Ketua DPC Kota Metro M.K. Hanafi sangat menyayangkan tentang adanya dugaan Pungli yang dilakukan oleh Oknum Mantri hewan di Kecamatan Raman Utara tersebut.

‘Jika Memang benar tentang adanya Dugaan Pungli yang dilakukan oleh Oknum Mantri Hewan tersebut, maka kami DPC KWRI akan segera menindak lanjuti dan Melaporkan Kepada Pihak Berwajib, sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,”Perbuatan Pungutan Liar (Pungli) Sebagai Tindak Pidana Korupsi (Analisis Pasal 2 Ayat (1) Dan Pasal 3 UU. RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dan Ditambah Dalam UU. RI Nomor 20 Tahun 2001).” Penindakan bagi pegawai negeri yang terbukti melakukan pungli, selain diatur dalam Pasal 423 KUHP, juga dapat ditindak dengan Pasal 12 huruf e UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 (empat) tahun dan maksimal 20 (dua puluh) tahun Penjara. ujar nya.

Hingga berita ini dibuat, awak media belum bisa menghubungi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur. (Red)

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button