Berita IndonesiaBerita LampungDaerahHukumKab Bandar LampungKab Lampung BaratKab Lampung SelatanKab Pesisir BaratKab PringsewuKab Tulang BawangKab Tulang Bawang BaratPolitikTNI dan POLRI

Membeli di Bawah Harga Kontrak, PT Mayang Sari Diserbu Ratusan Petani Tembakau

JEMBER. Traznews.com –PT Mayang Sari, Kecamatan Mayang Kabupaten Jember Jawa Timur diserbu ratusan petani tembakau Na Ost dari Jember Selatan, karena membeli tembakau dibawah harga kontrak, Kamis, (17/12/2020).

Para petani ini didampingi pengurus APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Jember, menuntut pihak PT Mayang Sari membeli tembakau sesuai kontrak perjanjian Pembelian, yakni 70 juta rupiah per hektar.

Kedatangan ratusan petani tembakau ke perusahaan tersebut dengan mengendarai mobil dan Bus membuat jalan protokol yang melewati Gudang tersebut ditutup total. Akibatnya arus kendaraan dari arah Banyuwangi-Jember untuk sementara dialihkan lewat pasar Mayang.

Menurut ketua APTI Jember, Suwarno, sebelum dilakukan tanam tembakau, PT Mayang Sari membangun kemitraan dengan petani tembakau Na Ost.

“Harga kontrak kerjasama pembelian tembakau, seharga 70 juta rupiah per hektar, dengan produk 1,5 ton atau kisaran harga sekitar 4,5 juta rupiah perkwintalnya, ” ujarnya.

Namun saat masa panen, terang Suwarno, PT Mayang Sari membeli tembakau dengan harga jauh dibawah kontrak antara 2 juta hingga 3 juta rupiah perkwintalnya. Sehingga petani hanya menerima harga pembelian sekitar 30 juta rupiah saja.

Padahal biaya produksi mencapai 70 juta rupiah per hektar nya. Akibatnya para petani tembakau rugi rata-rata sekitar 40 juta rupiah per hektarnya.

“Karena itu kami meminta pihak perusahaan membeli sesuai harga kesepakatan atau setidak-tidaknya petani tidak rugi, ” pinta Suwarno.

Hal senada disampaikan seorang petani lainnya,H Holil, warga Rambipuji. Dia menjelaskan, harga pembelian tembakau tidak sesuai dengan harapan. Tembakaunya dibeli dengan harga 2 juta rupiah dan maksimal 3 juta rupiah jika tembakau nya bagus.

“Dengan harga tersebut petani tidak bisa menutupi biaya operasional.Bahkan hingga saat ini petani belum bisa membayar upah buruh, antara 200 ribu hingga 500 ribu rupiah per buruh yang jumlahnya mencapai 20 orang, ” kata H.Holil.

Salah seorang petugas PT Mayang Sari, Swada’ menjelaskan, terkait tuntutan para petani masih akan dibicarakan dengan pihak manegemen yang saat ini berada di luar negeri.

Hasil pembahasan tuntutan petani tersebut kemungkinan akan disampaikan tanggal 31 januari 2021, karena masih menunggu hasil penghitungan harga oleh pihak management perusahaan.”pungkasnya.

(Heri)

The post Membeli di Bawah Harga Kontrak, PT Mayang Sari Diserbu Ratusan Petani Tembakau appeared first on Traznews.

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button