Berita Terkini

Ketua DPD LSM Anti Korupsi Indonesia Banten, Mengecam Keras Atas Perbuatan Warga Malaysia Yang Melecehkan Simbol Negara Indonesia

Serang (Suarapedia.co)- Beberapa waktu lalu beredar video pelecehan dan plesetan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diduga di parodikan warga negara malaysia tersebut ,Hal itu sontak membuat geger jagat maya dan juga seluruh anak bangsa mengecam keras perbuatan yang melecehkan simbol simbol Negara Indonesia yang berdaulat.

Tak berhenti di situ saja, lambang negara Indonesia, Burung Garuda juga diganti menjadi seekor ayam. Bahkan, kalimat Bhinneka Tunggal Ika juga ditulis secara terbalik.

Video yang diunggah oleh seorang YouTuber itu pun menuai banyak kecaman dari netizen Indonesia. Tak sedikit pula netizen yang menganggap unggahan video parodi lagu Indonesia Raya tersebut bisa menjadi sebuah provokasi terhadap hubungan kedua negara

Perbuatan terkutuk yang dilakukan oknum warga negara Malaysia yang membuat parodi dan plesetan dari simbol simbol negara yang diunggah dalam account youtube MY ASEAN pun mengundang reaksi dan sorotan tajam.

Salah satu nya Ketua LSM Anti Korupsi Indonesia (AKI) DPD BANTEN,
Kusman Bsc.SE,SH,MH, mengecam keras atas pelecehan tersebut, dengan menyampaikan sikap melalui saluran watshappnya kepada awak media,(Rabu 30/12/2020)

“Kami atas nama Dewan Pimpinan Daerah LSM Anti Korupsi Indonesia (AKI) Provinsi Banten mengecam keras perbuatan oknum warga Malaysia tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melakukan tindakan berupa protes keras dan menekan pemerintah Malaysia sehingga pelaku segera ditangkap dan dipenjarakan atas perbuatan tidak bermoral tersebut.”ungkapnya.

Lebih lanjut Kusman .Bsc,SE, SH,MH, yang juga berprofesi Lawyer ini menjelaskan, pihaknya melakukan pernyataan sikap tersebut, sebagai bentuk kecintaan dan dukungan LSM Anti Korupsi Indonesia terhadap negara. Siapapun orangnya dan di Negara manapun ia berada harus ada tindakan hukum yang nyata, sebab ini telah menyangkut harkat dan martabat Negara Indonesia tercinta ini.

“Saya tegaskan, bila terjadi pembiaran dari pihak pemerintah Malaysia jangan salahkan warga negara indoneia khususnya Warga banten bila membalas perbuatan mereka, dan jika perlu mendemo dan menduduki Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta ,” tegasnya.(bhem-rls)

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button