Berita LampungBerita TerkiniDaerahKab Tulang Bawang BaratRagamSerba-Serbi

Kakek Sunardi Akui Vidio Tersebut Adalah Rekayasa

TULANG BAWANG BARAT. (Media Global Group.com), Sempat viral di medsos, Sunardi Bin Sirat (72) Seorang kakek warga RK 7 Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, akui video tersebut ternyata rekayasa.

Dalam video berdurasi 58 detik, Sunardi dengan di apit seorang anggota polisi dan dua orang lainnya itu menyatakan permohonan maaf, dan memberikan keterangan bahwa uang mainan tersebut dia dapat bukan dari mandor perusahaan, melainkan dia temukan di jalan.

“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya video viral uang mainan yang saya belanjakan di Pasar Pulung Kencana. Uang tersebut saya nemu di pinggir jalan, bukan hasil tebang tebu di PT GM. Jadi itu adalah rekayasa saya sendiri, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu,” terang Sunardi, Senin (20/06).

Sebelumnya, masyarakat Tubaba telah dihebohkan dengan viralnya seorang kakek warga Tiyuh Kagungan Ratu tersebut. Pasalnya unggahan video itu ternyata mendapat respon dari salah satu artis terkenal tanah air Baim Wong.

Dalam video itu, kakek Sunardi hendak membayar daging ayam di pasar pulung kencana menggunakan uang mainan. Dia mengaku mendapatkan uang mainan itu dari mandor perusahaan tebu di wilayah Tulang Bawang, sebagai upah tebang tebu.

Bahkan Kepolisian Resort Tulang Bawang Barat langsung melakukan penyelidikan viralnya video TikTok tersebut.

Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P. Silalahi melalui Kasat Reskrim AKP Fredy Apriza Parina, Minggu malam (19/6) memberikan keterangan bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerahan uang pembayaran upah tebang tebu kepada korban tersebut terjadi di Tulang Bawang (Tuba).

“Dalam video itu, kakek Sunardi mengaku mendapat uang dari upah kerja tersebut di salah satu perusahaan di wilayah Kabupaten Tulang Bawang, sehingga secara otomatis TKP penyerahan uang tersebut bukan di Tubaba,” kata Freddy.

Lanjut Freddy, berdasarkan keterangan Sunardi peristiwa itu bermula pada Kamis, 16 Juni 2022.
Kala itu sang kakek menerima uang sebagai upah tebang tebu di Km 19, Camp Lambang Jaya, Tulang bawang. Uang yang diserahkan oleh mandor kepada kakek adalah sebesar Rp.470.000.

Kemudian pada Sabtu (18/6) kakek itu membelanjakan uang tersebut di Pasar Pulung Kencana. Namun, tanpa disadarinya ternyata uang itu adalah uang mainan anak-anak.

Menyadari hal itu, sang kakek langsung bergegas mendatangi mandornya yang ada di Km 19, Camp Lambang Jaya, Kabupaten Tulang Bawang. Dan langsung di ganti oleh sang mandor dengan uang asli sembari memohon maaf karena telah memberikan uang mainan anaknya kepada sang kakek.

“Saat itu juga korban langsung menerima penggantian uang sebagai upah tebang tebu sebesar Rp470.000 dari sang mandor,” pungkasnya. (MD)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button