Berita LampungBerita TerkiniDaerahEkonomi

Indeks IDM 2021 Keluarkan Lampung Barat Dari Predikat Daerah Tertinggal

Lampung Barat, (Media Global Group.com) Kabar gembira saat ini tengah dirasakan Kabupaten Lampung Barat (Lambar), pasalnya ditahun 2021 ini Lambar menduduki peringkat 33 Nasional dari 514 kabupaten kota atas evaluasi dan penilaian dalam program Indeks Desa Membangun (IDM) oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar, Ir. Noviardi Kuswan di ruang kerjanya, Rabu (2/6/2021).

“Ini keberhasilan kita semua, secara nasional Lambar berada di urutan 33 dari 514 Kabupaten maupun Kota, ini data terbaru. Sebelumnya pada peringkat 35 dan sekarang naik pada urutan ke 33,” imbuhnya.

Menurut Noviardi, IDM merupakan indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan yang merupakan program rutin setiap tahun yang diadakan Kemendes-PDTT.

“Selain itu, IDM ini sebagai indikator untuk melihat kemajuan masing-masing pekon (Desa) seperti misalnya bidang dan aspek kesehatan, lingkungan hidup, kemiskinan serta keberhasilan pekon dengan ukuran yang telah di tetapkan Kemendes,” paparnya.

Capaian peringkat ke-33 Nasional Kabupaten yang berdiri tahun 1991 tersebut menurut Noviardi ialah dengan klasifikasi desa mandiri.

“Desa mandiri ialah desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesarbesarnya kesejahteraan masyarakat Desa dengan ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan,” tegasnya.

Adapun menurutnya, IDM tersebut terbagi menjadi klasifikasi yang telah ditetapkan Kemendes-PTT.
“Ada empat klasifikasi pekon yang ditetapkan yakni desa sangat tertinggal, tertinggal, berkembang dan maju dengan rincian desa sangat tertinggal dengan keterangan nihil, desa tertinggal nihil, desa berkembang sebanyak 30 pekon, desa maju sebanyak 61 pekon dan desa mandiri sebanyak 40 pekon,” ucapnya.

Lanjutnya, evaluasi penilaian tersebut dilakukan oleh tim yang tergabung oleh DPMP, aparat pekon terkait, Tenaga Ahli (TA) Pendamping Desa dan Pendamping Desa Lokal.

“Satu bulan belakangan terakhir kita lakukan evaluasi IDM di seluruh 131 pekon yang ada di Lambar secara bertahap,” jelasnya.
Sementara itu Kata Noviardi, secara evaluasi dan penilaian telah selesai dan pihaknya masih menunggu legaliltas penetapan dari kementerian pusat.

“Nantinya Pemkab Lambar akan menerima berupa sertifikat atas capaian IDM bersama dengan Kabupaten Lota lainnya secara serentak,” tutupnya. (Eko)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button