Berita LampungBerita TerkiniDaerahKab Bandar LampungKab Lampung UtaraKab MetroKab TanggamusKab Tulang BawangKriminalOlahragaPemerintahanPolitikRagamSerba-SerbiTNI dan POLRITokoh

Dikeluhkan, Peningkatan Jalan Latasir di Gang Rukun Pringsewu Barat Gunakan Material Batu Bercampur Tanah

PRINGSEWU (HP) – Sudah bukan rahasia umum lagi setiap pelaksanaan proyek pekerjaan yang bersumber dari APBD dan APBN di segala penjuru Republik Indonesia dijadikan ladang oleh oknum-oknum untuk meraup keuntungan.

Keuntungan mereka dapat tanpa memperhatikan mutu kualitas daripada fisik bangunan itu sendiri.

Hal inipun masih saja terjadi di wilayah Kabupaten Pringsewu, banyak rekanan lokal maupun luar daerah yang ikut berlomba-lomba mengikuti proses lelang proyek di setiap instansi pemerintahan untuk menenangkan tender.

Bahkan, proses pembagian paket proyek pun sudah diatur oleh pemangku kebijakan, bisa dikatakan bahwa proses lelang hanyalah sebatas formalitas saja alias sudah terkondisikan dengan memberikan fee proyek, dan hal itupun berdampak buruknya mutu kualitas bangunan yang dikerjakan secara asal saja.

Salah satu contoh pada proses pelaksanaan kegiatan milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu, pada pekerjaan peningkatan Jalan sampai dengan latasir ruas jalan Gang Rukun, Kelurahan Pringsewu Barat senilai Rp150.000.000, terlihat tidak memperhatikan jenis material yang digunakan.

Berdasarkan info dilapangan, material batu yang digunakan jenis sabes (batu bercampur tanah). Padahal, jenis kegiatan tersebut peningkatan jalan latasir yang seharusnya penggunaan batu harus diawali dengan pemasangan onderlagh, kemudian ditingkatkan dengan hamparan batu 3/5, batu 2/3 dan 1/2 atau screening.

Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan penggunaan batu pada pembangunan jalan tersebut tidak sesuai spesifikasinya dengan menggunakan batu bercampur tanah, yang nantinya akan berdampak pada mutu kualitas bangunan.

“Masa sih penggunaan batu seperti itu, saya pastikan tidak akan bertahan lama sudah mengalami kerusakan nantinya,” keluh dia kepada media ini, Senin (16/11/20).

Terpisah, Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Pringsewu, Sahlani, menyayangkan ulah dari rekanan dalam proses pengerjaan proyek jalan tersebut.

“Bukan hal yang baru dalam proses pelaksanaan proyek di Pringsewu yang tidak memperhatikan speknya, seharusnya pihak Dinas PUPR Pringsewu jeli dalam melakukan pengawasan,” tandas Sahlani.

Kemudian, berdasarkan informasi yang didapat media ini bahwa melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pringsewu, CV. Sudirman Jaya yang memenangkan kegiatan paket peningkatan jalan dan latasir ruas jalan di Gang Rukun tersebut. (Deni)

The post Dikeluhkan, Peningkatan Jalan Latasir di Gang Rukun Pringsewu Barat Gunakan Material Batu Bercampur Tanah appeared first on Harian Post.

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button