Berita Terkini

5 Tersangka OTT Dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa Bansos COVID-19 Kementrian Sosial

Jakarta (Suarapedia) – Para pihak yang terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan) pejabat Kementerian Sosial (Kemensos), Berdasarkan hasil gelar perkara KPK sudah menentukan status hukumnya, KPK menetapkan 5 orang tersangka sebagai penerima suap JPB (Juliari Peter Batubara) bersama 4 orang lain sebagai tersangka suap terkait BANSOS (Bantuan Sosial) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dalam konferensi pers KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu (6/12) dini hari.

“KPK menetapkan 5 orang tersangka. Sebagai penerima suap JPB (Juliari Peter Batubara), serta ke empat tersangka lain, ” ujar Ketua KPK, Firli Bahuri.

Sementara 4 orang tersangka lainnya yakni 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos COVID-19 Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. serta 2 supplier rekanan bansos COVID-19, Ardian IM dan Harry Sidabuke.

Dengan penetapan tersangka ini, Juliari diminta menyerahkan diri ke KPK, Sebab yang bersangkutan (Juliari) tidak ikut terjaring OTT KPK yang digelar sejak Jumat (4/12) malam.

Sebagai penerima suap, Juliari dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Adapun Matheus dan Adi dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi suap, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun sebelumnya Firli (Ketua KPK) menyatakan OTT ini terkait dugaan penerimaan suap dari para vendor bantuan sosial corona.

“Dugaan korupsi PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) telah menerima hadiah dari para vendor PBJ (pengadaan barang dan jasa) bansos di Kemensos RI dalam penanganan pandemi COVID-19,” Ungkap Firli (Ketua KPK).
editor : /ruk

Sumber Asli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button